10 Game RPG Android Terbaik Gratis Terbaru 2016

Saat ini pengguna Smartphone tak hanya menggunakan Smartphone untuk media chatting, browsing dan selfie namun mereka juga menggunakan Smartphone untuk bermain Game. Kabar baiknya kami baru mendapatkan informasi beberapa game Android RPG terbaik dan bisa di unduh secara gratis melalui Google Play Store dan beberapa game hanya membutuhkan spesifikasi yang tidak terlalu berat. Seperti detekno.com lansir dari Phonearena (19/10/2015) sebenarnya ada banyak game RPG Android terbaik gratis yang bisa di unduh secara gratis namun tak banyak yang mendapatkan rating di atas 4.4 yang ini merupakan nilai yang menurutnya sebagai patokan apakah game tersebut menyenangkan untuk dimainkan atau tidak. Tentu sangat menjengkelkan bukan kalau sudah mengunduh game yang besar filenya dan paket data sudah berkurang tapi game yang diunduh tidak seperti apa yang kita inginkan. Oleh sebab itu informasi ini bisa memberikan tambahan referensi untuk sobat deteknokers yang menyukai game RPG alias game petualangan yang mana sobat deteknokers bisa leveling sampai puas dan bisa mengcustomize sendiri character yang ada di game tersebut. Berikut ini daftar game Android terbaik yang bisa sobat unduh secara gratis :

Daftar Game RPG Android Terbaik Gratis

Game RPG Android Terbaik Gratis
Game RPG Android Terbaik Gratis
1. Angry Birds Epic
Angry Birds Epic
Angry Birds Epic
Game Android RPG Terbaik yang satu ini adalah Angry Birds Epic yang dibuat oleh Rovio Entertainment Ltd yang sudah cukup sukses dalam membuat beberapa seri game Android Angry Birds di Play Store.
Advertisement

Angry Birds Epic ini hanya membutuhkan spesifikasi memori internal 56 MB dan versi Android 2.3.3 atau lebih tinggi. Game ini masuk sebagai Game RPG terbaik karena sudah di unduh sebanyak 10 juta dan mendapatkan rating 4,4 di Play Store.

Download Angry Birds Epic di Google Play Store

2. Blood & Blade
Blood & Blade
Blood & Blade
Selanjutnya dari daftar game RPG Android terbaik adalah Blood & Blade yang menceritakan sebuah cerita bajak laut dengan beberapa para monster laut. Selain mengusung genre RPG, game Blood & Blade juga mengusung genre Arcade. Buat sobat deteknokers yang menyukai game petualangan yang menyuguhkan character monster, maka Blood & Blade adalah pilihan terbaik.
Ini beralasan karena ia sudah di unduh sebanyak 1 juta dari awal launching bulan Januari 2015. Smartphone yang bisa menjalankan game ini juga tidak harus berspesifikasi tinggi, karena ia bisa di install di Smartphone Android v2.3 ke atas dan hanya membutuhkan ruang 48 MB. Game Blood & Blade ini dibuat oleh IGG.Com.

Download Blood & Blade di Google Play Store

3. Dark Legends
Dark Legends
Dark Legends
Kalau sobat deteknokers mencari Game RPG Android yang berlatar belakang vampir, game Dark Legends ini cocok untuk sobat unduh. Disini sobat akan bertarung dengan para demons dan wolves yang merupakan musuh dari vampire. Sobat sendiri nantinya akan berperan sebagai vampire.
Walau grafiknya memang terbilang biasa saja, namun game ini sudah di unduh sebanyak 1 juta kali dan mendapatkan rating 4,5 dari pengguna yang sudah mencoba game vampire Android tersebut. Game Android RPG terbaik yang dibuat oleh spacetimesstudios ini bisa berjalan di Smartphone Android v2.2 dan hanya membutuhkan memori internal 13 MB.

Download Dark Legends di Google Play Store

4. DragonSoul
DragonSoul
DragonSoul
DragonSoul adalah game RPG yang berlatar belakang fantasy, character dan senjata yang digunakannya pun lucu beraneka ragam yang membuatnya tidak akan membosankan untuk dimainkan. Di Game ini juga menyediakan mode battle yang membuat sobat deteknokers bisa bertarung dengan player lainnya.
Game ini memang baru di unduh sebanyak 500 ribu dan Smartphone yang bisa menjalankan game ini harus Android v4.0 atau lebih tinggi. Walau masih di unduh 500 ribu, game ini sudah mendapatkan rating yang sangat memuaskan yakni 4,4.

Download DragonSoul di Google Play Store

5. Guardian Hunter: SuperBrawlRPG
Guardian Hunter SuperBrawlRPG
Guardian Hunter SuperBrawlRPG
Guardian Hunter SuperBrawlRPG adalah game RPG yang memiliki jalan cerita seperti Ksatria yang melawan para monster. Grafiknya cukup keren dan item-itemnya juga cukup banyak. Game Guardian Hunter SuperBrawlRPG dibuat oleh NHN Entertainment Corp yang merupakan salah satu developer yang berasal dari Korea Selatan.
Game ini sudah diunduh sebanyak 1 juta kali dan sudah mendapatkan rating 4,5. Untuk menginstallnya, Deteknokers harus memiliki Smartphone Android 2.3 ke atas dan harus ada ruang memori internal 38 MB.

Download Guardian Hunter SuperBrawlRPG di Google Play Store

6. Inotia 4
Inotia 4
Inotia 4
Game RPG Fantasy ini adalah lanjutan dari seri game sebelumnya. Ia hadir dengan beberapa peningkatan dari grafic dan alur cerita. Di Game Inotia 4 terdapat beberapa kelas diantaranya Black Knight, Assasin, Priest, Warlock, Warrior dan Ranger. Ke semuanya memiliki 15 skill yang berbeda-beda.
Inotia 4 ini sudah mendapatkan rating 4,6 dari jumlah user yang mendownload game tersebut sebanyak 5 Juta. Smartphone Android V2.2 dengan memori internal yang tersedia 44 MB sudah dapat menjalankan game ini.

Download Inotia 4 di Google Play Store

7. Magic Rush: Heroes
Magic Rush Heroes
Magic Rush Heroes
Magic Rush: Heroes adalah game RPG Klasik yang hadir dengan karakter lucu namun jangan salah setiap karakter di Magic Rush ini memiliki beberapa skill kombinasi yang akan membuat deteknokers tidak bosan dalam membuilding karakter di game ini. Di game ini terdapat beberapa mode diantaranya Mode Battle dengan Player Lain dan Mode Adventure.
Disini deteknokers bisa mengupgrade heroes yang dipilih dan begitu juga skill yang dimilikinya. Di game Magic Rush Heroes juga terdapat quest harian yang harus diselesaikan oleh para pemain agar bisa mendapatkan reward.

Download Magic Rush: Heroes di Google Play Store

8. Marvel Future Fight
Marvel Future Fight
Marvel Future Fight
Kalau deteknokers pecinta film fantasy dari Marvel yang menampilkan beragam karakter hero yang mengagumkan. Maka deteknokers wajib mengunduh game ini di Smartphone sobat. Karena game ini akan menampilkan semua karakter hero yang sudah diperkenalkan oleh marvel di setiap film nya.
Ukuran file game ini juga tergolong ringan hanya 45 MB dan sudah bisa berjalan di Smartphone Android 3.0 atau lebih tinggi. Saat ini game Marvel Future Fight sudah di unduh sebanyak 10 juta kali dan mendapatkan rating 4,5.

Download Marvel Future Fight di Google Play Store

9. Pocket Heroes
Pocket Heroes
Pocket Heroes
Game RPG Android terbaik yang satu ini menampilkan karakter hero yang lucu yang menurut kami cocok untuk dimainkan oleh para kaum wanita yang menyukai game. Walau gamenya menampilkan grafis yang standar namun hal ini tidak membuat para penggunanya kecewa sebab dengan tampilan seperti ini game tersebut mampu meraih rating skor 4,5 dari total 1 juta user yang sudah menginstall game ini.
Game Pocket Heroes dibuat oleh Elite Games yang merupakan salah satu developer game yang berasal dari China yang mana developer ini sudah cukup sukses dalam membuat beberapa game Android di Google Play Store.

Download Pocket Heroes di Google Play Store

10. Tap Titans
Tap Titans
Tap Titans
Game RPG Android terbaik terakhir yang layak untuk ada di Smartphone sobat adalah Tap Titans. Game Tap Titans ini memiliki jalan cerita ada sebuah pahlawan yang pahlawan tersebut kembali dan harus membasmi para monster serta para titans yang sedang menyerang tempat mereka.
Game ini sudah di unduh sebanyak 5 juta kali dan mendapatkan rating 4,7. File game yang sobat harus unduh sendiri sebesar 60 MB dan ia harus dijalankan di Smartphone Android v4.0 ke atas.

Download Tap Titans di Google Play Store

Bagaimana tanggapan sobat deteknokers mengenai game RPG Android terbaik diatas yang sudah kami informasikan untuk sobat? apakah sobat memiliki pendapat yang berbeda? atau memiliki referensi game RPG terbaik apalagi yang harus ada di daftar diatas?

Source: https://www.detekno.com/game-rpg-android-terbaik/
Share:

Review Crossy Road – Lihat Akibatnya Kalau Menyeberang Jalan Sembarangan!

Hipster Whale membuktikan bahwa ide lama tetap bisa menjadi fun apabila dikemas dengan baik. Apabila kamu pernah memainkan Frogger yang dirilis lebih dari tiga dekade silam, pasti akan segera familier dengan permainan Crossy Road. Premis yang diusung masih sama, yaitu mengendalikan seorang karakter melintasi jalanan padat hingga selamat sampai ke seberang. Namun, Crossy Road memiliki berbagai elemen baru ke dalam gameplay ala Frogger ini yang membawa permainan ke tingkat selanjutnya.
Hal utama yang membedakan Crossy Road dengan Frogger adalah unsur endless yang dipadukan ke dalam permainan. Apabila di Frogger kamu harus menyelesaikan satu per satu level, maka Crossy Road menantang kamu untuk bisa membawa si ayam menyeberang sejauh mungkin dari titik start.
Tidak hanya jalanan padat yang akan dihadapi si ayam. Terdapat juga aliran sungai dan rel kereta yang masing-masing membutuhkan timing yang tepat untuk bisa dilintasi dengan selamat. Menyeberang sungai menggunakan kayu yang terapung membutuhkan perencanaan karena pergerakan kamu akan dibatasi oleh panjang kayu yang dipijak. Kamu juga harus waspada terhadap sinyal rel untuk memperkirakan kedatangan kereta yang melintas secepat kilat.
Crossy Road | Screenshot 1
Apabila kamu luput sekali saja di dalam perjalanan, maka permainan akan berakhir dengan nasib tragis yang menimpa si ayam. Yang saya maksud tragis di sini adalah: gepeng terlindas mobil, tercebur ke dalam sungai, hanyut terbawa arus, atau lenyap disambar kereta (ouch!). Ragu-ragu menyeberang atau berdiam terlalu lama di satu tempat juga berbahaya, karena si ayam bisa disambar elang dan lenyap entah ke mana! Walau nasib si ayam pasti berakhir tragis (poor chicken), namun visualisasi dari keapesannya digambarkan secara jenaka dan sukses membuat saya tersenyum setiap kali menyaksikannya.
Tidak perlu waktu lama untuk bisa segera menguasai pergerakan si ayam. Semua pergerakan dikendalikan dengan sentuhan pada layar yang simpel. Cukup tap untuk bergerak maju dan swipe ke arah yang dimaksud untuk membuat si ayam bergerak menyamping atau mundur. Kendali ini sangat responsif dan mudah, saya pun bisa nyaman memainkannya dengan satu jempol saja.
Crossy Road | Screenshot 2
Buat kamu yang ingin bernostalgia dengan Frogger, kamu bisa mengganti si ayam yang kamu siksa dengan kodok sebagai salah satu karakter yang tersedia di dalam permainan. Hipster Whale telah menyediakan puluhan karakter lain selain ayam yang bisa kamu unlock dengan menukarkan koleksi koin yang tersebar di seluruh dunia permainan. Selain mengumpulkan satu per satu, game juga secara aktif menyediakan bonus koin dengan selang waktu beberapa jam.
Bila kamu bersedia menyaksikan tayangan video iklan, maka game pun akan memberikan reward dengan menghadiahkan beberapa puluh koin secara langsung. Karakter yang bisa kamu unlock sepenuhnya ditentukan secara acak melalui mesin gachapon dengan menukarkan seratus koin per satu kali kesempatan. Apabila kamu secara spesifik menginginkan suatu karakter, maka kamu juga bisa menebus langsung karakter tersebut melalui IAP seharga Rp. 12.000 saja.
Berbagai variasi karakter tersebut sayangnya hanya bersifat penggantian skin karakter saja. Semua kemampuan karakter sama, dalam artian tidak ada kemampuan khusus ataupun power boost yang hanya dimiliki karakter tertentu. Tapi jangan berkecil hati dulu, masing-masing karakter memiliki ciri khusus yang membedakan mereka dengan karakter lainnya. Sebagai contoh, karakter vampir bisa berubah menjadi kelelawar sambil mengeluarkan tawa bengis yang anehnya terdengar lucu. Lain lagi dengan karakter unicorn yang meninggalkan jejak sinar pelangi ketika melompat-lompat sambil meringkik. Hal-hal ini hanya berfungsi sebagai pemanis, tapi mereka cukup memberikan variasi dan rasa penasaran untuk terus bermain dan mengetahui tingkah unik apa yang akan dilakukan oleh para karakter lainnya.
Crossy Road | Screenshot 3
Ingin pamer seberapa baik kamu bermain Crossy Road? Tenang saja, game sudah dilengkapi dengan berbagai fitur sosial di dalamnya. Seperti biasa, kamu bisa post pencapaian kamu di akun media sosial seperti Twitter ataupun Facebook. Tidak hanya posting berupa teks, tapi game juga menyediakan dukungan merekam video gameplay kamu untuk diunggah ke internet. Kamu juga bisa menantang teman-teman lain untuk mengalahkan skor terbaikmu atau memamerkan prestasimu melalui Apple Game Center.
Crossy Road merupakan game yang sangat menyenangkan untuk dimainkan di sela-sela kesibukan atau sekedar menemani ketika senggang. Jangan biarkan tampilan grafisnya yang blocky mirip Minecraft mengurungkan niatmu mencobanya. Kesederhanaannya ini justru selaras dengan gameplay simpel yang diusungnya. Cukup sulit berhenti memainkan game ini karena selalu ada saja perasaan “coba sekali lagi!” setiap kali game over. Tapi dibalik semua itu, menurut saya ada satu pesan penting tersirat di dalamnya: jangan tiru kelakuan si ayam yaitu menyeberang sembarangan! Lihat saja bagaimana nasibnya di akhir permainan. :p

https://id.techinasia.com/review-crossy-road
Share:

Review The Quest Keeper – Mari Menjelajah Dungeon Dengan Cara Yang Simpel

Terus terang kabar soal kemunculan The Quest Keeper beberapa waktu lalu membuat saya yang merupakan penyuka game bertema dungeon crawler, benar-benar berminat untuk mencobanya. Coba kamu bayangkan game endless bergaya Crossy Road yang simpel dan tidak membutuhkan komitmen waktu banyak, digabungkan dengan tema fantasi yang lebih oke dibandingkan sekedar aksi menyeberang jalan. Keunikan tema inilah yang menjadi nilai tersendiri bagi The Quest Keeper, sehingga membuatnya sedikit berbeda dibandingkan game arcade yang berupaya mengekor kesuksesan Crossy Road.
Premis dari permainan The Quest Keeper sendiri bisa dibilang simpel. Di sini kamu harus menjalani quest yang diberikan seorang “dungeon keeper” untuk mengambil artefak yang tersembunyi di setiap dungeon. Setidaknya ada sepuluh variasi dungeon yang bisa kamu lalui di game ini, dan percayalah menyelesaikan salah satu di antaranya jauh lebih menarik dibandingkan sekedar melintasi jalan raya di Crossy Road.

Sama seperti game endless lainnya, The Quest Keeper memberimu kontrol permainan yang sangat simpel. Di sini yang perlu kamu lakukan hanyalah melakukan swipe pada bagian layar untuk menggerakkan dia ke arah yang ingin dituju. Karaktermu sendiri memiliki kecenderungan untuk terus berjalan lurus mengikuti arah yang dihadapi, sehingga kamu tidak bisa berhenti secara konstan pada situasi yang dibutuhkan. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,  kamu bisa menghentikan karaktermu dengan cara menabrakkan diri ke dinding yang ada di sekitar agar tidak terjatuh ke lubang di sekitar.
Sepanjang permainan, ada banyak sekali jebakan yang siap menghentikan langkahmu untuk mendapatkan artefak yang kamu butuhkan. Tergantung dari dungeon yang kamu jalani, kamu akan menjumpai ayunan kapak mematikan, pisau berduri, bahkan laba-laba pemakan manusia akan mengintai kamu dalam The Quest Keeper.
The Quest Keeper | screenshot 2
Bukan hanya berfokus soal jebakan saja, di dungeon tertentu kamu akan menjumpai peti berisikan koin emas yang bisa digunakan untuk membeli obor dan beberapa equipment baru. Beberapa equipment yang diperjual belikan tadi memberikan efek yang cukup berguna dalam menyelesaikan sebuah dungeon tertentu. Oleh karena itu kamu perlu mendedikasikan waktu dan (juga koinmu) untuk melakukan grinding kebutuhan equipment terlebih dahulu sebelum berburu artefak yang kamu mau.
Artefak yang kamu peroleh di beberapa dungeon akan memberimu separuh nyawa tambahan, sehingga semakin banyak artefak yang kamu miliki, maka semakin besar pula kesempatanmu dalam menyelesaikan dungeon tersulit yang ada di The Quest Keeper. Setiap dungeon membutuhkan jarak pencapaian sejauh 300 langkah untuk bisa mendapatkan artefak yang kamu mau, sehingga kamu perlu memperhatikan setiap jengkal langkahmu di dungeon.
The Quest Keeper | screenshot 3
Untungnya, untuk membantumu menjalani dungeon yang kamu inginkan, The Quest Keeper memberikan lantai checkpoint yang akan membantumu menyelesaikan dungeon yang disediakan. Seandainya karaktermu mati di tengah jalan, kamu bisa menggunakan koin emasmu untuk mengulang kembali di lokasi checkpoint sebelumnya. Namun perlu diingat juga, semakin jauh perjalananmu, maka semakin mahal pula uang yang dibutuhkan untuk hidup kembali. Akibatnya kamu perlu mempertimbangkan pemakaian uang untuk kebutuhan revive tadi secara matang.
Dengan gameplay dan objektif permainannya yang cukup menantang, The Quest Keeper cukup menghibur untuk dimainkan kapanpun dan di manapun kamu mau. Kabar baiknya lagi, game ini tidak membutuhkan koneksi internet secara konstan, sehingga kamu bisa memainkannya di saat kamu sedang mematikan kuota paket internet mobile.
The Quest Keeper | screenshot 4
Di luar kelebihan tadi, hal minor yang menjadi kendala saya dalam menikmati game ini mungkin keberadaan perspektif isometris yang kurang begitu bersahabat dengan kontrol permainan. Penyajian perspektif isometris dalam game ini tidak senyaman kita di saat memainkan Crossy Road dan game sejenisnya. Untungnya The Quest Keeper memiliki opsi sudut pandang alternatif seperti top down view yang membuatnya sedikit lebih mudah dimainkan. Kamu sendiri bahkan bisa mengganti layar permainan dari landscape menjadi portrait cukup dengan membalikkan perangkat bermainmu saja.
Dari segi grafis, The Quest Keeper memang berkiblat pada Crossy Road, di mana penggambaran karakter dan beragam objek berbentuk kubus boxel alias “box pixel” terlihat begitu mendominasi layar. Untungnya The Quest Keeper menyediakan variasi layout dan objek jebakan yang berbeda-beda di setiap dungeon, sehingga kamu tidak lekas bosan dalam menyelesaikan setiap rintangan yang dihadirkan.
The Quest Keeper | screenshot 5
“Uh oh… apa itu? Ada sesuatu yang keluar dari dalam lubang jurang saat saya menginjak jaring laba-laba”
Untuk soal IAP, game ini menyediakan opsi pembelian koin tambahan yang bisa dibeli untuk mengurangi aktivitas grinding kamu dalam mendapatkan equipment. Kamu bisa membeli 500 koin dengan harga Rp12.900 saja untuk membeli satu hingga dua item yang kamu inginkan di toko. Keberadaan IAP yang harganya cukup terjangkau tadi tidak mewajibkan kamu untuk membelinya, sehingga kamu bisa menikmati The Quest Keeper secara gratis, dengan sedikit keberadaan iklan di dalamnya.
Kesimpulannya, The Quest Keeper merupakan hiburan ringan yang memberimu kesenangan singkat yang berlarut-larut saat memainkannya di mana pun kamu mau. Meskipun game arcade semacam ini terkesan dangkal bagi kamu yang mendambakan game mobile berbobot, namun yang jelas di sini kamu akan bersenang-senang dengan permainan Quest Keeper yang simpel.

https://id.techinasia.com/review-the-quest-keeper
Share:

Review PAC-MAN 256 – Dua Game Favorit Menjadi Satu

Saya sangat bersemangat ketika mengetahui kabar tentang Hipster Whale, kreator Crossy Road, menjalin kerja sama dengan Bandai Namco. Bagaimana tidak? Video trailer yang mereka unggah memperlihatkan gameplay dua game favorit saya dilebur menjadi satu dalam PAC-MAN 256.
Crossy Road merupakan salah satu game favorit saya pada tahun 2014 lalu. Gameplay simpel, skema monetisasi cerdas, serta arahan visual yang menawan sukses membuat saya mencoba menyeberang lagi dan lagi. Formula game freemium yang diciptakan oleh Hipster Whale tersebut kini ditiru oleh berbagai developer lain seperti pada Skatelander atau Down the Mountain.
Pac-Man sendiri adalah game legendaris yang telah hadir sejak tahun 1980 silam. Gameplay simpel tentang sebuah monster kuning yang memakan pelet sambil menghindar dari kepungan hantu ini sangat digemari di seluruh dunia. Saking populernya, gambar karakter Pac-Man sering dijadikan sebagai simbol kultur pop yang mewakili video game hingga kini.
Lalu bagaimana bila kedua game hebat ini digabung menjadi satu? Apakah akan menjadi game yang sangat seru, sesuai dengan legenda yang telah ditinggalkan oleh versi orisinalnya? Mari menyimak pengalaman saya bermain PAC-MAN 256.
Pac-Man 256 Review | Screenshot 1

Berbeda Tapi Tetap Familier

Kesan pertama melihat video gameplay PAC-MAN 256 membawa saya bernostalgia dengan dua game favorit. Saya langsung sadar bagaimana Bandai Namco dan Hipster Whale berkolaborasi membuat sebuah game yang berbeda, namun tetap terlihat familier bagi para pemain yang telah memainkan kedua karya mereka.
Saya bisa melihat permainan khas Pac-Man yang mirip dengan versi orisinalnya. Si monster kuning Pac-Man masih melintasi lorong-lorong sambil memakan pelet dan menghindar dari kepungan hantu. Skema warna yang dipakai pun masih sama dengan game klasiknya dulu.
Pengaruh Hipster Whale pada PAC-MAN 256 juga terlihat sangat kental. Tampilan game memperlihatkan perspektif diagonal yang sama-sama dipakai pada Crossy Road. Di samping itu, elemen petualangan tak berujung sambil dikejar oleh glitch pada PAC-MAN 256 juga sama persis dengan Crossy Road yang menantang para pemainnya untuk berjuang menyeberang sejauh mungkin.
Berbagai elemen di atas membuat saya sama sekali tidak asing dengan PAC-MAN 256. Bahkan, saya pikir kedua developer tersebut berhasil menggabungkan berbagai elemen positif dari karya mereka masing-masing dengan baik, sehingga membuat game ini bersinar terang.
Pac-Man 256 Review | Screenshot 2

Pac-Man Kini Jauh Lebih Sakti

Pac-Man memiliki kemampuan untuk memakan para hantu yang mencoba mengepungnya. Dengan memakan pelet berukuran besar yang merupakan item power-up, para hantu yang mengejar langsung berubah menjadi biru karena ketakutan akan dimakan si monster kuning.
PAC-MAN 256 masih menghadirkan sistem yang bisa ditemukan pada game orisinalnya. Bahkan, kemampuan si monster kuning tidak berhenti sampai di situ saja. Ia sekarang dapat mengakses berbagai power-up baru  yang bisa ia manfaatkan untuk menggapai skor setinggi mungkin.
Bandai Namco dan Hipster Whale telah menyiapkan segudang power-up untuk diluncurkan oleh Pac-Man. Ia bisa menembak sinar laser, meledakkan diri, hingga melepaskan angin tornado. Seluruh power-up ini bisa saya akses dengan mengumpulkan skor dari permainan.
Selain jenis yang jauh lebih banyak, saya juga bisa melakukan upgrade terhadap setiap jenis power-up dengan menebus sejumlah koin (mata uang di dalam game). Semakin tinggi level suatu power-up, maka semakin besar serta lama pula ongkos dan waktu yang dibutuhkan.

Pac-Man 256 Review | Screenshot 3

Gameplay Super Intuitif

Desain antarmuka game yang baik adalah ketika para pemainnya dapat dengan mudah bernavigasi di dalam game. Hal itu pula yang saya rasakan ketika bermain PAC-MAN 256.
Petunjuk yang diberikan untuk mengendalikan Pac-Man di sini hanya berupa ikon tangan yang bergerak-gerak naik turun di awal permainan. Intuisi saya langsung mengambil alih dan saya dapat mengendalikan Pac-Man dengan sentuhan swipe hanya dari informasi minim tersebut.
Selain itu, semua elemen game seperti lorong warp, panel percepatan gerak, hingga item power-up di dalam game juga bisa langsung saya kenali tanpa memerlukan penjelasan sama sekali. Ini adalah bukti bahwa developer telah mendesain game dengan sangat baik hingga dapat dimengerti secara intuitif.
Pac-Man 256 Review | Screenshot 4

Desain Freemium yang Cerdas

PAC-MAN 256 merupakan contoh dari konsep freemium yang didesain dengan baik. Saya dapat menikmati game tanpa merasa dibatasi atau dicekoki dengan berbagai trik menyebalkan yang biasa ditemukan pada game freemium sejenis lainnya.
Koin sebagai mata uang di dalam game dapat diperoleh secara cuma-cuma. Saya bisa mengumpulkannya di dalam game, menyelesaikan misi khusus, atau menonton tayangan iklan untuk memenuhi pundi-pundi koin yang saya miliki. Bahkan, tidak ada opsi IAP untuk membeli koin di sini.
Keseluruhan konten pada PAC-MAN 256 bisa dinikmati tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Developer memang menawarkan berbagai jenis IAP, seperti untuk melipatgandakan perolehan koin atau mendapatkan jumlah energi tidak terbatas. Namun, semua IAP tersebut bersifat opsional.
Sistem energi di sini sama sekali tidak membatasi lama permainan. Saya dapat dengan bebas mengulang kembali permainan sesuka hati tanpa harus menunggu energi terisi. Energi hanya diperlukan bila saya ingin bermain dengan menggunakan berbagai macam power-up, atau ingin melanjutkan permainan setelah kalah satu kali.

Pac-Man 256 Review | Screenshot 5

Cocok untuk Semua Orang

Dengan desain game yang cerdas, saya sangat merekomendasikan PAC-MAN 256 untuk dipasang pada smartphone maupun tablet semua gamer. Game ini sangat cocok untuk menemani saat-saat senggang atau dimainkan secara intens selama beberapa menit.
PAC-MAN 256 juga membuktikan kepiawaian Hipster Whale dalam mengembangkan game freemium. Saya sangat mendukung langkah Bandai Namco yang menggandeng pihak ketiga untuk mengembangkan game ke tingkat yang lebih tinggi. Semoga saja akan semakin banyak terobosan serupa terhadap game lainnya yang telah kita kenal selama ini.

https://id.techinasia.com/review-pac-man-256
Share:

Review The Banner Saga – Game Fantasi Epik Paling Artistik

Banyak game yang menjanjikan cerita yang dinamis dan sama sekali tidak linear. Biasanya game seperti itu akan selalu menjual taglineevery choices you make matter”. Sayangnya dari sekian game yang menjanjikan hal tersebut, kebanyakan gagal mengeksekusinya dengan baik. Tapi tidak dengan The Banner Saga, dalam game ini seluruh pilihan yang kamu buat betul-betul bermakna.
Saat pertama kali melihat screenshot dari The Banner Saga, pasti banyak orang yang akan bertanya-tanya apakah ini sebuah film animasi? Kalau memang kamu mendengar, atau bahkan mengeluarkan pertanyaan seperti itu, maka tidak perlu malu karena memang kualitas grafis yang ditampilkan oleh The Banner Saga sangatlah luar biasa indah.
Setiap cutscene penting di game ini disajikan dalam bentuk animasi penuh, namun saat masuk bagian real-time gameplay, game ini menyajikan grafis cel-shading yang begitu indah sampai berhasil membuat saya terkagum-kagum menganga di beberapa bagian dalam game.
The Banner Saga | Screenshot 2
Tidak hanya grafis yang enak dilihat, game ini juga hampir tidak menunjukkan delay saat berpindah dari animasi cutscene ke bagian real-time gameplay, membuat The Banner Saga menjadi salah satu game dengan visual paling mengagumkan untuk dinikmati.
Dengan kualitas visual sebagus ini, sepertinya Stoic sebagai developer dari The Banner Saga sengaja memberikan beberapa kesempatan pada gamer untuk menenangkan diri sejenak dan menikmati pemandangan yang disajikan di beberapa poin yang tersebar dalam game.
Cukup dengan pembahasan urusan visual yang selanjutnya bisa kamu nikmati melalui screenshot yang ada. The Banner Saga menawarkan kisah epik fantasi yang sangat kental dengan unsur mitologi Norse. Jika kamu merupakan penggemar fantasi epik seperti The Lord of the Rings ataupun Game of Thrones, bisa dijamin kamu akan tertarik dengan cerita menarik yang ditawarkan oleh The Banner Saga.
The Banner Saga | Screenshot 3
Tidak hanya setting dan cerita dasar yang menarik, game ini juga akan memberikan pilihan di beberapa bagian dalam game untuk melanjutkan cerita. Seluruh pilihan yang kamu buat akan berpengaruh terhadap progres permainanmu. Pengaruh bisa muncul dalam bentuk percabangan cerita, bertambah atau berkurangnya anggota party, atau juga berubahnya jumlah tentara dan stok makanan yang kamu bawa berkelana bersamamu.
Selain pilihan cerita konvensional, game ini juga menawarkan percabangan cerita jika seandainya kamu kalah dalam sebuah battle. Jadi saat kamu kalah bukannya layar game over yang kamu dapatkan, tapi malah perubahan yang kemungkinan mempunyai efek buruk untuk progres ceritamu.
The Banner Saga | Screenshot 4
The Banner Saga | Screenshot 5
Masuk ke bagian terpenting dari game, apalagi kalau bukan gameplay. The Banner Saga memiliki genre Strategy RPG layaknya game epik Final Fantasy Tactics. Pada saat baru memulai permainan, battle dari The Banner Saga akan terasa sangat membosankan. Tapi seiring berjalannya waktu dan semakin bertambahnya pemahaman kamu tentang battle dari game ini, dijamin The Banner Saga akan membuat kamu ketagihan.
Tidak hanya kualitas animasi dan gameplay yang sepertinya bisa membuat kita bernostalgia dengan hiburan-hiburan semasa kita kecil, tingkat kesulitan dari The Banner Saga juga sangatlah tinggi sampai bisa membuat kamu bernostalgia dengan berbagai game yang biasa kamu mainkan waktu kecil.
Waktu baru memulai The Banner Saga saya bermain menggunakan tingkat kesulitan normal. Namun dengan tingkat normal saja saya harus berusaha ekstra keras untuk bisa selamat di sebuah level. Setelah memutuskan untuk mencoba bermain di mode easy, barulah saya bisa dengan sepenuhnya menikmati game ini karena memang saya bukanlah gamer yang suka dengan tingkat kesulitan yang tinggi.
The Banner Saga | Screenshot 6
The Banner Saga | Screenshot 7
Meskipun begitu, bukan berarti dalam mode easy game ini menjadi semudah jalan-jalan di taman ya (atau untuk game ini lebih tepatnya “jalan-jalan di hutan dan pegunungan”). Battle di mode easy tetap memberikan tantangan yang besar dan harus memaksamu untuk mengatur strategi terbaik untuk bertahan.
Perbedaan tingkat kesulitan bisa dilihat pada bagaimana game ini tidak mewajibkan karaktermu yang gugur di battle untuk beristirahat sesudah battle, dan tentu saja musuh yang lebih lemah dari beragam mode di atasnya.
The Banner Saga | Screenshot 8
Selain gameplay battle biasa, The Banner Saga juga mempunyai gameplay tersendiri saat rombongan karaktermu sedang melakukan perjalanan.  Pada sesi ini, kamu bisa menikmati keindahan grafis dari The Banner Saga sambil memperhatikan kondisi moral pasukan dan rombonganmu, serta stok suplai untuk menghidupi mereka selama perjalanan. Di tengah perjalanan kamu juga mungkin menemukan berbagai event menarik.
Saat dihadapi dengan event tersebut kamu akan diberikan pilihan untuk menentukan tindakan apa yang kamu lakukan. Pilihanmu bisa berakibat ke banyak hal, mulai dari mempengaruhi jumlah rombonganmu, jumlah suplai, atau bahkan menambah atau mengurangi karakter yang bisa kamu sertakan dalam battle.
Selain event yang simpel, selama perjalanan kamu juga mungkin dihadang oleh pasukan musuh dan terlibat dalam war battle. Di war battle, kamu tetap hanya perlu memilih tindakan yang dilakukan, tapi kamu akan disediakan statistik keadaan musuh dan keadaan pasukanmu sebelum memilih mau menyerang langsung (masuk ke battle biasa) atau menyuruh pasukanmu menyerang.
Jika kamu menyuruh pasukanmu menyerang, kemungkinan kamu tidak akan perlu melakukan battle biasa, tapi tentunya kamu akan kehilangan beberapa orang dari pasukanmu dibandingkan dengan jika kamu memimpin untuk menyerang musuh sendiri.
The Banner Saga | Screenshot 9
The Banner Saga | Screenshot 10
Game ini juga memiliki satu poin penting yang disebut Renown. Dengan menggunakan Renown kamu bisa membeli suplai maupun item. Selain itu Renown juga bisa digunakan menaikkan level karaktermu seandainya dia sudah membunuh cukup banyak musuh. Kamu bisa mendapatkan Renown dengan cara membunuh musuh di tengah battle, atau dengan memilih keputusan bijaksana setiap dihadapi dengan pilihan yang berhubungan dengan kelompokmu.
Bagian terakhir yang tidak boleh dilewatkan di The Banner Saga adalah musiknya. Game ini memiliki kualitas musik yang betul-betul membuat kamu seperti terbawa ke dunia The Banner Saga. Tidak mengherankan memang karena musik dari game ini disusun oleh Austin Wintory, komposer dibalik game atmospheric seperti Journey.
Gabungan dari grafis yang super indah, cerita epik yang bikin penasaran, serta musik yang luar biasa menghanyutkan betul-betul membuat The Banner Saga menjadi sebuah pengalaman menikmati kisah fantasi yang sangat epik, bahkan lebih epik daripada menonton film seperti The Hobbit di bioskop.
The Banner Saga | Screenshot 11
Jika kamu merupakan penggemar Strategy RPG, jelas kamu tidak boleh melewatkan The Banner Saga. Banyak orang yang membandingkan game ini dengan game strategi terkenal lainnya seperti XCOM dan Fire Emblem, hanya saja game ini memiliki visual yang lebih menakjubkan.
Jika kamu tidak terlalu suka dengan genre Strategy RPG tapi suka dengan kisah fantasi, maka kamu juga wajib mencoba terjun ke dalam dunia The Banner Saga. Dengan visual yang luar biasa, musik yang berkualitas, cerita yang menarik, gameplay yang bisa membuat berpikir, serta playtime yang cukup panjang, dijamin kamu tidak akan rugi membeli game yang satu ini.
The Banner Saga akan dirilis untuk Windows, Mac, Linux, Xbox Live Arcade (XBLA), PlayStation Network (PSN), dan iPad.
Sampai sekarang game ini sudah tersedia di Steam untuk Windows dan Mac, sedangkan untuk versi lainnya menyusul sampai waktu yang belum ditentukan. Jika kamu hanya tertarik dengan battle dari game ini tanpa embel-embel lainnya, kamu bisa juga menikmati versi multiplayer yang bisa didapatkan secara gratis di sini.

https://id.techinasia.com/review-the-banner-saga
Share:

Review Subterfuge – Game Strategi Rumit yang Menguji Kemampuan Diplomasi

Tidak banyak game bergenre RTS yang saya mainkan. Riwayat pengalaman saya bermain game strategi sebenarnya masih bisa dihitung dengan jari, salah satunya adalah seri game medieval Stronghold Crusader. Tapi, sepertinya Subterfuge sedikit membuka hati saya terhadap game dengan genre sejenis.
Subterfuge, sebuah game multiplayer karya dari dua orang developer indie yang tergabung dalam sebuah studio game bernama Snappy Touch ini tidak serta merta hanya mengandalkan pengalaman kamu bermain strategi, namun juga menguji kemampuan kamu dalam bernegosiasi dan berdiplomasi dengan pemain lain. Mengapa demikian? Mari simak ulasan saya di bawah ini.

Rumit dan Sulit Dipelajari

Premis di dalam game ini adalah kamu dan beberapa pemain lain akan ditempatkan di sebuah peta dengan dimodalkan sejumlah wilayah kekuasaan. Di sini tugas kamu adalah mengumpulkan sumber daya Plutonium sebanyak-banyaknya dengan cara menguasai wilayah netral atau merebutnya dari pemain lain dengan cara mengirimkan kapal selam yang dilengkapi dengan driller sebagai senjata utama.
Banyak sekali peraturan dan kondisi kemenangan yang tidak akan habis saya bahas di ulasan ini. Belum lagi banyaknya spesialis dengan bermacam-macam kegunaan yang bisa kamu rekrut sepanjang permainan yang tentunya membuat game ini makin sulit dipelajari. Saya sendiri baru mengerti harus berbuat apa di game pertama saya setelah beberapa hari bermain.
Subterfuge | Screenshot 4
Untungnya, Subterfuge menyediakan tutorial yang memang harus kamu mainkan sebelum bisa mengakses fitur multiplayer. Semua tutorial ini bisa kamu lewatkan, tapi saya menyarankan kamu untuk mencoba semuanya sebelum melanjutkan permainan dengan mode multiplayer. 

Makan Waktu Seminggu

Ya, salah satu keunikan Subterfuge dari game strategi lain adalah lama permainan yang bisa memakan waktu paling tidak seminggu. Hal ini dikarenakan waktu yang ditempuh kapal selam saat menuju suatu wilayah setidaknya memakan waktu delapan jam. Memanfaatkan sifat game mobile yang bisa diakses kapan saja, kemenangan Subterfuge sejatinya sangatlah berpengaruh pada tingkat keaktifan pemainnya.
Dari pengalaman saya bermain di sebuah pertandingan, dari delapan orang yang memulai permainan, hanya setengah yang berhasil bertahan sampai akhir. Pacing permainan yang terlalu lambat memang sedikit membosankan di awal-awal permainan dan baru terasa menantang pada tiga hari terakhir. Tidak heran banyak yang urung melanjutkan permainan sehingga replay value game ini juga terbilang rendah.
Subterfuge | Screenshot 2

Grafis Sederhana namun Tepat Guna

Tidak ada yang spesial dari grafis Subterfuge. Ikon-ikon kecil dan sederhana sebagai penanda markas, kapal selam, spesialis, dan sebagainya terlihat sangat minim dan seadanya. Meskipun demikian, penggunaan grafis yang minimalis ini dirasa merupakan langkah yang tepat. Layaknya board game yang berfokus sepenuhnya pada gameplay dan interaksi pemain, Subterfuge tidak memerlukan grafis dengan detail nan wah.
Di samping itu, UI yang ditawarkan Subterfuge terasa seperti alat pengatur strategi nyata yang sering kita temui di film-film perang. Lengkap dengan efek suara komputer saat kita berinteraksi dengan game ini. Paket sempurna untuk sebuah game sederhana.
Subterfuge | Screenshot 1

Fokus pada Soft Skill

Disadur dari pernyataan Snappy Touch, kemenangan Subterfuge sangat berpengaruh dari kemampuan kamu bernegosiasi  dan berdiplomasi dengan pemain lain. Seperti pada peperangan di dunia nyata, kamu bisa berdamai dengan pemain lain, saling mempertahankan sisi lemah, mengirimkan bala bantuan pada markas yang diserang, dan sebagainya.
Tapi jangan sampai terlena dan merasa aman dengan aliansimu, karena perdamaian itu bisa saja dikhianati. Seperti yang terjadi pada saya yang sedang menikmati posisi dua  tetapi di akhir pertandingan, saya dipaksa turun ke peringkat ketiga karena kawan saya tiba-tiba berusaha merebut markas krusial.

Kesimpulan

Subterfuge | Screenshot 3
Subterfuge adalah game strategi sederhana yang menawarkan paket lengkap permainan RTS yang sesungguhnya. Grafis sederhana, efek suara keren, fitur chat publik dan privat, serta pacing lambat menyerupai keadaan dunia nyata akan membuat akan kamu serasa mengatur strategi perang betulan yang memang seringkali berlangsung berhari-hari.
Tetapi dengan banyaknya peraturan dan fitur yang rumit, game ini dirasa kurang cocok untuk gamer kasual yang biasanya menginginkan permainan sederhana dan cepat. Pacing yang terlalu lambat akan dirasa terlalu membosankan bagi sebagian orang terbukti dari banyaknya pemain yang mengundurkan diri di tengah-tengah pertandingan. Tapi saya yakin, kalau kamu benar-benar pecinta game RTS, hal-hal seperti ini bukan masalah buat kamu, kan?

https://id.techinasia.com/review-subterfuge
Share:

Review The Walking Dead: No Man’s Land – Strategy RPG Pelengkap Kisah di Layar Televisi

Bulan Oktober kembali tiba, para zombi di seri The Walking Dead pun kembali ke layar kaca. Namun, kelanjutan kisah pada season keenam kali ini terasa lebih istimewa berkat kehadiran sebuah game mobile.
The Walking Dead: No Man’s Land merupakan game resmi yang hadir berkat kerja sama developer Next Games dan saluran TV kabel AMC yang menayangkan seri televisi The Walking Dead. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila para karakter maupun latar pada The Walking Dead: No Man’s Land akan bersinggungan dengan kisah di televisi.
Dengan banyaknya iterasi game The Walking Dead yang beredar, seperti yang dirilis oleh Telltale Games, mungkin kamu jadi penasaran apakah game ini akan lebih baik dibandingkan berbagai versi lainnya? Yuk ikuti pengalaman saya memainkannya.
The Walking Dead No Mans Land New | Screenshot 1

Cerita Sampingan dari Seri Televisi

Timing cerita di The Walking Dead: No Man’s Land dimulai pada saat Rick dan teman-temannya menimbulkan kekacauan dan melarikan diri dari Terminus. Di antara kekacauan yang terjadi, tiga tawanan lain di luar kelompok Rick ikut melarikan diri dari tempat mengerikan tersebut.
Pelarian ketiga orang tersebut mempertemukan mereka dengan Daryl Dixon (yang diperankan oleh Norman Reedus), salah satu anggota penting di kelompok Rick. Ia kemudian memberikan petunjuk bagaimana cara mempertahankan diri di dunia yang sudah dikepung oleh para zombi. Petunjuk yang ia berikan sekaligus menjadi awal mula kisahmu di The Walking Dead: No Man’s Land.
The Walking Dead No Mans Land New | Screenshot 2

Strategy RPG di Tengah Dunia Zombi

Secara garis besar, gameplay pada The Walking Dead: No Man’s Land merupakan perpaduan serasi antara strategy RPG dengan elemen city-building. Game akan menghadapkanmu dengan mode eksplorasi dan mode manajemen yang mengingatkan saya pada Final Fantasy Tactics dan Minions Paradise.
Saya diajak mengendalikan sekelompok orang untuk melakukan eksplorasi di luar markas. Kelompok yang terdiri dari maksimal tiga orang tersebut akan menjelajahi berbagai tempat demi mencari perbekalan serta menyelesaikan misi.
The Walking Dead No Mans Land New | Screenshot 4 The Walking Dead No Mans Land New | Screenshot 3
Mode eksplorasi ini berjalan dengan sistem turn-based di mana kelompok yang saya kendalikan dan gerombolan zombi akan berjalan bergantian sesuai dengan jumlah langkah yang dimiliki masing-masing. Setiap anggota kelompok juga memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga saya dituntut untuk berstrategi menentukan posisi serta komposisi anggota tim.
Mode manajemen markas menjadikan saya sebagai pengelola yang mengambil berbagai keputusan demi keberlangsungan hidup kelompok. Saya diharuskan menentukan bermacam hal seperti fasilitas apa yang perlu dibangun, anggota kelompok mana yang akan dilatih, hingga siapa yang akan dipecat untuk memberi tempat pada anggota baru.

The Walking Dead No Mans Land New | Screenshot 5

Kiamat Dunia  yang Cukup Santai

Game survival dengan tema zombi sering mengangkat ketidakberdayaan sebagai unsur utama yang membentuk cerita. Salah langkah, maka karakter yang kamu kendalikan akan mati selamanya.
Hal tersebut tidak berlaku di sini. Next Games mendesain The Walking Dead: No Man’s Land sebagai game survival yang cukup santai. Apabila salah satu anggota kelompok kehabisan HP karena terlalu banyak menerima serangan zombi, maka misi eksplorasi akan langsung berhenti serta permainan akan kembali ke markas tanpa satu orang anggota pun mati.
Karakter yang terluka parah akan dibawa ke fasilitas pengobatan untuk disembuhkan. Kamu tinggal menunggu beberapa saat sesuai dengan waktu tunggu yang tertera hingga karakter tersebut dapat diterjunkan kembali ke medan laga.
The Walking Dead No Mans Land New | Screenshot 6
Next Games juga menyediakan misi mematikan yang akan memberikan status permadeath saat karakter yang kamu kendalikan tewas di tangan zombi. Walaupun demikian, keberadaan misi seperti ini cukup sedikit dibandingkan misi normal serta sering hanya bersifat opsional saja.
Keberadaan sumber daya juga merupakan hal yang tidak perlu dikhawatirkan di sini. Saya tidak pernah mengalami kekurangan selama memainkannya. Apabila persediaan menipis, saya cukup berhenti bermain dan melanjutkan kembali kehidupan seperti sedia kala. Sumber daya tersebut akan kembali terisi saat saya kembali bermain beberapa jam kemudian.
The Walking Dead No Mans Land New | Screenshot 7

Keterbatasan Energi versus Kebutuhan untuk Grinding

Seperti kebanyakan game free-to-play, The Walking Dead: No Man’s Land membatasi sesi permainan dengan menggunakan sistem energi. Kemampuan saya untuk berjelajah atau meningkatkan efektivitas markas dibatasi dengan ketersediaan energi yang berjumlah sedikit.
Energi di game ini digambarkan melalui bensin yang digunakan sebagai bahan bakar mobil ekspedisi. Bensin akan terpakai setiap kali saya pergi keluar markas dan akan terisi kembali setiap sepuluh menit sekali. Limitasi ini semakin dipersulit dengan sistem game yang akan meminta bensin lebih banyak sesuai dengan progres permainan saya.
The Walking Dead No Mans Land New | Screenshot 8
Sistem energi ini juga berlaku untuk upgrade fasilitas di markas maupun peningkatan kemampuan anggota. Saya harus menunggu hingga satu fasilitas yang saya upgrade selesai, baru bisa melanjutkan ke fasilitas lain. Saya juga hanya dapat melatih satu anggota kelompok dalam satu saat, kecuali bila saya memiliki banyak fasilitas pelatihan.
Keterbatasan ini terasa kontras dengan kebutuhan untuk melakukan grinding. Seringkali game mensyaratkan agar anggota kelompok saya mencapai level tertentu sebelum terjun ke suatu misi. Persyaratan ini bisa dicapai dengan grinding, namun dibutuhkan waktu berhari-hari untuk mencapai satu objektif tersebut tanpa mengorbankan mata uang emas.

The Walking Dead No Mans Land New | Screenshot 9

Skema Monetisasi yang Cukup Baik Hati

Semua waktu tunggu ini dapat dipercepat dengan menggunakan mata uang di dalam game berupa emas. Dengan menukar sejumlah batang emas, game akan mempercepat proses tunggu dan saya dapat langsung berusaha menyelesaikan objektif selanjutnya. Kabar baiknya, Next Games dan AMC telah mendesain skema monetisasi yang cukup baik hati di sini.
Developer mengandalkan dua cara untuk mendapatkan penghasilan dari game ini. Saya diberikan tawaran untuk membeli sejumlah emas melalui IAP. Jumlah emas yang diperoleh bervariasi sesuai dengan harga IAP yang dibayar, dengan penawaran termahal mencapai Rp1,5 juta.
Bagi kamu yang tidak ingin merogoh dompet, game menyediakan juga reward tambahan bagi yang bersedia menonton tayangan iklan. Dengan menyaksikan video iklan, saya diberi tiga kesempatan tambahan untuk membuka sembilan kotak loot di setiap akhir misi.
Isi dari kotak loot tersebut cukup bervariasi. Walau kebanyakan hanya berisi ratusan poin EXP maupun persediaan makanan, beberapa akan memberikan puluhan batang emas hingga senjata langka. Dengan menonton iklan dan membuka 2/3 dari seluruh kotak yang ada, kesempatan untuk mendapatkan item langka juga semakin besar.
The Walking Dead No Mans Land New | Screenshot 11

Grafis Berkualitas pada Platform Mobile

Grafis pada The Walking Dead: No Man’s Land sama sekali tidak mengecewakan. Next Games melakukan kerja bagus menggambarkan dunia The Walking Dead yang kelam, kejam, serta penuh perjuangan dalam gaya 3D.
Nuansa kehancuran jelas terlihat pada setiap sudut kota. Penggambaran karakter, mimik wajah, serta penampilan zombi juga sangat mendukung tema kehancuran berkat pandemik mayat hidup di dunia The Walking Dead.
The Walking Dead No Mans Land New | Screenshot 10

Kesimpulan: Cocok untuk Bernostalgia dan Mendampingi Cerita di Layar Kaca

Kisah pada The Walking Dead: No Man’s Land mungkin tidak akan ada sangkut pautnya dengan cerita di layar kaca. Hal yang menyatukannya hanyalah penampilan beberapa karakter di televisi sebagai cameo dan lokasi kejadian yang pernah ada di televisi.
Game ini jelas menambah jajaran karya kreatif berkualitas yang diangkat dari seri komik The Walking Dead. Gameplay solid, skema monetisasi baik hati, serta kualitas grafis menawan di sini memiliki pesonanya sendiri untuk menarik hati semua kalangan, baik para penggemar seri The Walking Dead di televisi maupun orang awam.
Meskipun demikian, The Walking Dead: No Man’s Land jatuh ke lubang skema game free-to-play yang membutuhkan banyak grinding dan koneksi internet. Asalkan kamu cukup sabar memainkannya, saya rasa kamu tetap dapat menikmati waktumu bermain game ini.
Update: Tidak membutuhkan waktu lama bagi Next Games untuk merilis The Walking Dead: No Man’s Land di Android. Versi Android sudah mendukung fitur cross play sehingga kamu bisa saling meminjam anggota kelompok dari pengguna iOS ketika berusaha menyelesaikan misi. Segera unduh melalui tautan di bawah!

https://id.techinasia.com/review-the-walking-dead-no-mans-land
Share:

Review DomiNations – Kuasai Peradaban Dunia Dari Masa Ke Masa

DomiNations, sebuah game karya developer dari Rise of Nations, akhirnya rilis di iOS dan Android. Bagi kamu yang suka bermain game bergenre RTS di awal tahun 2000-an, pasti tahu Rise of Nations. Game yang dibuat oleh Big Huge Games tersebut meraih kejayaannya ketika rilis pada tahun 2003. Di Rise of Nations, kamu bisa bermain sebagai sebuah bangsa dari tujuh yang tersedia, dari zaman batu hingga masa penjelajahan luar angkasa. Begitu juga dengan DomiNations. Ada Inggris, Romawi, Tiongkok, Jerman, Perancis, Jepang, dan Yunani yang bisa kamu pilih dengan kelebihannya masing-masing.
Setelah lebih dari satu dekade berselang, akhirnya Big Huge Games kembali dengan DomiNations yang memiliki konsep kurang lebih sama dengan pendahulunya. Tentunya dengan perubahan sesuai platform mobile di mana tidak akan ada pertarungan masif dengan peta yang besar ataupun mode campaign. Di sini kamu akan bermain layaknya Clash of Clans, bertarung dengan pemain lain dengan gameplay strategi yang sedang marak.
Permainan diawali dengan tutorial. Saya dibimbing oleh seorang bapak tua yang mengajarkan tentang bagaimana cara membangun dan mengelola kota. Bagi kamu yang sudah sering memainkan game strategi, pasti sudah terbiasa dengan sistem tata kota di DomiNations. Terdapat beberapa kategori bangunan seperti Economy, Army, Defense, dan Wonder. Di sini juga dijelaskan bahwa kamu dapat meningkatkan status peradaban bangsamu seperti di Age of Empires dan Rise of Nations, mulai dari Stone Age hingga Space Age. Setiap naik ke zaman berikutnya, akan terbuka bangunan dan fitur-fitur baru.
DomiNations | Screenshot 1
Ekonomi adalah hal yang penting. Di kategori bangunan Economy kamu akan menemukan berbagai bangunan untuk meningkatkan sumber daya bangsamu. Terdapat tiga sumber daya utama di DomiNations, yaitu gold, food, dan citizen. Gold dan food digunakan sebagai bahan untuk membuat bangunan, upgrade, dan membuat pasukan. Sedangkan citizen sangat krusial sebagai pekerja. Hampir semua kegiatan di game ini menggunakan mereka. Terdapat pula sebuah sumber daya tambahan, yaitu crown. Crown ini sangat langka dan hanya bisa didapatkan melalui penyelesaian misi atau IAP. Crown dapat digunakan untuk menyelesaikan segala sesuatu secara instan.
Saya sendiri awalnya merasa kerepotan dalam mengelola para citizen ini. Sebagaimana game strategi di mobile, setiap kamu membangun atau mengerjakan sesuatu membutuhkan waktu tertentu yang kadang cukup lama. Citizen ini sendiri jumlahnya sangat terbatas, sehingga terkadang kamu tidak menemukan apa pun yang bisa dikerjakan karena semuanya sudah sibuk. Tentunya kamu bisa menggunakan crown agar tugas mereka langsung selesai, tapi saya pribadi jarang melakukan hal tersebut.
DomiNations - Screenshot 2
Hal-hal seperti inilah yang kadang membuat pemain genre ini frustasi, termasuk saya. Terkadang saya hanya bermain tidak sampai lima menit dan kembali harus menunggu. Untungnya saya tersadar (walaupun terlambat) terdapat fitur plunder alias menyerang pemain lain atau AI di sini. Dengan waktu pembuatan pasukan yang relatif singkat (kurang lebih 5 menit untuk 20 pasukan), saya sudah bisa menyerang kota lain. Kalau menang, maka saya akan mendapatkan rampasan sumber daya yang lumayan. Kalau kalah, ya pasukan yang saya kirim hilang semua.
Berbicara tentang perang, di sini kamu akan sering sekali melakukannya. Kekuatan militer menjadi salah satu faktor yang penting di game ini. Ada dua hal yang harus kamu perhatikan, yaitu penyerangan dan pertahanan. Penyerangan atau plunder sudah saya jelaskan di atas, sedangkan pertahanan terjadi ketika pemain lain mencoba menyerang kota yang kamu miliki. Desain kota menjadi sangat menentukan dalam pertahanan.
DomiNations | Screenshot 3
Di DomiNations, bangunan yang telah kamu bangun dapat dipindahkan sesuka hati, dengan syarat ruang yang tersedia masih ada. Inti dari fitur ini adalah untuk mendesain pertahanan kota dan jaringan jalan. Ada tembok, garnisun, menara, katapel raksasa, hingga jebakan yang bisa digunakan. Seluruh bangunan tersebut hanya tersedia terbatas, jadi kamu harus pintar-pintar menyusunnya agar kotamu sulit dihancurkan musuh. Jika kamu sudah menemukan strategi yang pas dalam menyerang dan bertahan, kamu akan larut dan menikmati DomiNations. Maka dari itu jangan takut untuk bereksperimen dalam strategi menyerang dan bertahan.
Pada saat menyerang, kamu dapat menurunkan pasukan di tempat tertentu di perbatasan daerah lawan. Dari sana pasukanmu akan bergerak dan menyerang sendiri tergantung pilihannya. Kamu dapat menuntun pasukan untuk menyerang suatu bangunan atau unit lawan, tetapi hanya dalam batas waktu tertentu. Jika sebuah unit yang kamu kendalikan sudah memilih target, maka dia akan fokus dan tidak menggubris jika ia diserang sekalipun. Terkadang ini cukup mengganggu dan mempengaruhi hasil akhir pertarungan, namun sedikit demi sedikit akan berkurang karena akan terbuka strategi baru yang bisa kamu dapatkan dari war academy.
DomiNations | Screenshot 4
Dalam melakukan pertahanan, pertimbangkanlah bagaimana pasukan-pasukan tersebut saat menyerang bermanuver, karena pasukan pemain lain pun juga memiliki sifat yang sama. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, kamu bisa membuat pertahanan yang sulit untuk dikalahkan. Oh iya, sebaiknya kamu juga membuat aliansi dengan pemain lain agar menjadi lebih kuat lagi. Tak lupa, di zaman yang lebih lanjut kamu juga dapat memakai tokoh-tokoh ternama seperti Cleopatra, Alexander Agung, Nobunaga, dan Napoleon.
Untuk urusan grafis, DomiNations mengingatkan saya kepada Rise of Nations. Untuk level mobile, grafis game ini cukup baik, terutama dengan desain bangunan yang indah dari berbagai budaya ternama di dunia. Akan tetapi dari segi detil pasukan masih bisa ditingkatkan lagi. Dalam sengitnya pertarungan, terkadang saya tidak bisa membedakan unit milik saya karena detil unit yang kurang. Dari segi gameplay juga menarik, dengan berbagai fitur dan strategi yang terus-menerus bertambah seiring level kamu meningkat dan berbagai bangsa yang bisa dipilih. Ini mempengaruhi replay value dengan cukup tinggi, walaupun saya tidak yakin ingin mengulanginya dari nol.
DomiNations | Screenshot 5
Secara pribadi untuk menikmati game ini saya perlu waktu yang cukup lama, sekitar satu hingga dua hari. Akan tetapi dengan fitur-fitur yang masih terkunci ketika saya baru bermain, saya tetap dibuat penasaran oleh game ini dan ingin mencoba fitur-fitur tersebut. Setelah beberapa fitur utama terbuka, barulah saya secara pasti terpikat dan terikat dengan DomiNations.
Sebagai game gratis yang berisi IAP, DomiNations akan cukup sering memberikan kamu crown secara gratis. Jadi kamu bisa menggunakan crown dalam batas tertentu untuk keuntunganmu. Kamu juga akan mendapatkan konten yang erat hubungannya dengan sejarah, sebuah nilai tambahan jika kamu penyuka game sejarah. Gratis, penuh konten historis, dan pertarungan yang seru. Sudah, kamu klik saja tombol unduh itu!

https://id.techinasia.com/review-dominations
Share:

Blog Archive

Text Widget

Unordered List